Dua Kebahagiaan di Bulan Romadlon

10:09 AM Blogger RayDiansyah 0 Comments

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Ada 5 hal mengesankan dalam kehidupan dunia, pertama ketika lulus dan meraih gelar sarjana, kedua ketika menikah, ketiga punya anak, keempat pindah rumah dan kelima menunaikan ibadah haji. Betapa bahagia dan gembiranya karena kelima hal tersebut bersifat khusus dan monumental.

Namun adalagi kebahagiaan yang tidak dimiliki manusia, kecuali hanya yang beriman saja, yakni kebahagiaan ketika menjelang berbuka dan kelak ketika berjumpa dengan Allah Sang PenciptaNya.

Dari Abu Hurairah r.a berkata : Rassulullah s.a.w bersabda : ".....Dan bagi mereka yang berpuasa ada dua kebahagiaan, dia merasa senang saat berbuka lantaran puasanya, dan senang pula saat berjumpa dengan Habbnya juga karena puasanya". (H.R. Muslim)

Ketika sore menjelang maghrib dimana kondisi perut dan tenggorokan berada di puncak lapar dan haus, maka saat itu merupakan waktu yang benar - benar terasa luar biasa rasanya, seni menanti saat berbuka tidak dimiliki kecuali hanya orang - orang yang beriman saja.

Apalagi ketika saat adzan maghrib tiba.......Masyaa Allah betapa bahagianya !, karena betapa nikmat segera minum air tegukan pertama, kedua dan seterusnya, air putih ciptaan Yang Maha Pemurah, kemudian diikuti pula makanan (kurma) manis sebagai awal pembuka puasa.

Apalagi kelak ketika dibangkitkan pada hari qiamat, dimana akan bertemu dengan Allah Sang Pencipta Nya. Tuhan yang selama di dunia selalu diyakini dan diibadahi yang tidak diketahui wujudnya. Bayangkan betapa bahagianya bila kelak bisa bertemu berjumpa dengan Nya berkat ibadah puasanya.....Subhanallah

BULAN ISTIMEWA

Begitu istimewa bulan romadlon sampai pintu neraka ditutup, pintu syurgapun ikut dibuka, bahkan sampai Allah membelenggu para setan !. Ini bukan kata kiasan, ternyata memang benar benar kenyataan, bukankah di bulan romadlon terasa ringan dan marak dalam melaksanakan kebaikan ?.

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulallah s.a.w. bersabda : "Apabila bulan Ramadlan datang maka dibukalah pintu pintu syurga dan ditutuplah pintu pintu neraka serta dibelenggulah syetan syetan". (H.R. Bukhari Muslim)

KARENA NAFSU

Jika setan memang dibelenggu mengapa kemaksiatan di bulan romadlon masih tetap saja ada ?, penipuan, kebohongan, rasan rasan, pencurian (korupsi) bahkan makin meningkat ! (karena pencuria yang mengaku beragama Islam juga butuh dana guna menghadapi hari raya kan?, ironis memang).

Kejahatan yang ada di bulan ini sudah bukan lagi ulah setan, tetapi ulah nafsu asli manusia belaka!.

Oleh karena itu firman Allah yang benar benar haq, dalam hal puasa di awali dengan kalimat : "Hai orang orang yang beriman !". Artinya yang diseru memang benar benar khusus, khusus yang beriman bukan yang lain. Semoga kita tergolong yang dipanggil Nya.

DIAMPUNI

Manusia sebagai makhluk pelupa dan suka salah, jelas tidak bisa terlepas dari dosa, namun berkat Kemurahan Nya pintu ampunan tetap dibuka Nya. Maka di bulan romadlon ini Allah sengaja menjadikan sangat istimewa, dengan mengobral ampunan dan pahala, bahkan guna mempermudah hamba Nya dalam melaksanakan ibadah deibelenggu Nya pula setan yang menjadi musuh manusia.

Ya Allah betapa santun Nya Engkau sebagai Tuhan semesta alam, yang sangat Pemurah dan Pemaaf terhadap hamba Nya.

"Barang siapa yang berpuasa pada Ramadlan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu". (H.R. Bukhori dan Muslim)

SEMUA DOSA DIHAPUS

Begitu luas sifat Pemaaf Nya, sehingga dosa dosa para hamba Nya digaransi dengan menghapus dosanya, dengan syarat menjauhi dosa besar !.

"Jika kamu menjauhi dosa dosa besar di antara dosa dosa yang dilarang kamu mengerjakanya, niscaya Kami hapus kesalahan kesalahanmu (dosa - dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (syurga)". (Q.S. An Nissa' 31)

Karena sifat Nya yang tidak pendendam, dibuat Nya cara penghapusan dosa yang demikian sempurna, dengan sabda Nabi Nya :

"Sholat lima waktu, sholat jum'ah ke jum'ah yang lain, puasa ramadlon ke romadlon yang lain sebagai penghapus dosa (kecil) diantaranya jika dosa besar dijauhi". (H.R. Muslim)

KHUSUS DOSA KECIL

Betapa bijak Allah terhadap hamba Nya, yang sangat faham kelemahan manusia, yang tak mungkin bisa terlepas dari perbuatan dosa yang menjadi langganan keseharianya. Namun karena Murah Nya, diaturlah sistim penghapusan dosa (kecil) dengan cara :

Dosa Harian : Dihapus dengan melaksanakan sholat 5 waktu.
Dosa Mingguan : Dihapus dengan menghadiri sholat jum'ah.
Dosa Tahunan : Dihapus dengan melaksanakan puasa romadlon.

Dengan melaksanakan sholat, menghadiri sholat jum'ah dan puasa romadlon, dosa kecil akan terhapus semua, dengan syarat bila dosa besar dijauhi !. Subhaanallah walhamdulillah.

TIDAK BUTUH

Dalam kondisi lapar dan haus, sangat rentan, mudah terbius, dengan nafsu yang selalu menghembus, bisikan yang terus menerus, agar terjerumus kedalam situasi yang terputus, terputus menuju kejalan syurga yang seharusnya mulus.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda : "Barangsiapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan amal jahat, maka Allah tidak butuh kepadanya ia meninggalkan makan dan minum". (H.R. Bukhori)

Maka menjada nafsu sangat perlu ekstra waspada, agar puasa tidak sia sia, karena Allah tidak butuh yang hanya sekedar puasa, namun perilaku sama saja, arinya jauh dari sifat akhlak mulia.

AWALI DENGAN NIAT

Agar puasa bisa berjalan sebagaimana tuntunan maka perlu diawali dengan niat yang ikhlas.

Nabi s.a.w. bersabda : "Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tiadalah syah puasa beginya". (H.R. lima ahli hadits)

Semoga kita bisa melaksanakan puasa secara total, puasa lahir dan batin, dengan tetap meninggalkan dosa dosa besar. Sehingga bisa membekas dan membuahkan akhlakul karimah, Aamiin.

0 comment: